29 Sep 2014

Barang Yang Berguna

"Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

 Dalam Al-Qur'an Surah Al-Maa'un Ayat 1-7 :


Artinya : 
  1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama.
  2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
  3. dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin
  4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat 
  5. (yaitu) orang-orang yang lalai dalam sholatnya
  6. orang-orang yang berbuat riya,
  7. dan enggan (menolong dengan) barang yang berguna.
Jadilah pendusta agama bagi yang menghardik anak yatim, memakan harta anak yatim, juga membiarkan fakir miskin yang lapar. Kita menikmati makanan yang bergizi dan lezat, sementara tetangga kita sedang lapar.


Celakalah bagi yang sholat tapi lalai, sholat diakhir waktu. Mengerjakan sholat hanya untuk riya (untuk dipandang manusia) bukan karena Allah, serta tidak ada keinginan menolong orang yang sedang kesulitan dengan barang berguna. Itulah ancaman Allah untuk manusia yang mendapat rezeki dan enggan berbagi. 

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat kikir dan bakhil.

Mudahnya Mendekatkan Diri Kepada Allah

"Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

Berlimpah ruahnya rezeki yang diberikan Allah, membuat bingung terhadap harta benda yang tak terpakai. 

Apabila kita buka lemari pakaian, lalu menghitung jumlah pakaian. Berapa pasang yang terpakai dalam satu hari, satu minggu, dan satu bulan? Berapa pasang yang tidak terpakai?

Bagaimana dengan gudang? Mungkin ada sepeda anak-anak yang tak terpakai , atau tumpukan kayu, besi yang bisa dijual lalu disedekahkan.

Sedekah akan membawa keberkahan dalam hidup diri kita sendiri dan keluarga. Bahkan menolak musibah dan kematian yang buruk.

Namun bukan tidak ada yang tidak perduli tentang hal itu. Mungkin juga sudah mengetahui tetapi tidak perduli ataupun tidak mengetahui sama sekali.

Sekalipun berupa barang bekas, tetapi merupakan bagian dari rezeki yang pernah kita nikmati. Dan sangat berguna sebagai penambah bekal di akhirat serta menguntungkan di dunia.

Sungguh Allah Maha Pemurah dan Maha Memudahkan hamba-hamba-Nya untuk mendekatkan diri. Subhanallah.

Pendahuluan

Sebenarnya manusia tidak memiliki tingkatan hidup antara manusia yang satu dengan yang lain. Walaupun dia seorang manusia yang tidak waras sekalipun, kita tidak pantas merendahkannya apalagi kita merasa lebih tinggi.

Kesombongan mengakibatkan manusia berfikir diluar batas kemampuannya. Bahkan melupakan dirinya sendiri apalagi orang-orang disekitarnya. Dalam memperhitungkan langkah kedepan akan membawa kerugian bagi dirinya sendiri.